Bensin Langka di Belu
ATAMBUA, POS KUPANG.Com -- Sekitar sepekan terakhir, warga Kabupaten Belu mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium (bensin). Harga bensin per liter mencapai Rp 10 ribu-Rp 15 ribu.
ATAMBUA, POS KUPANG.Com -- Sekitar sepekan terakhir, warga Kabupaten Belu mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium (bensin). Harga bensin per liter mencapai Rp 10 ribu-Rp 15 ribu.
Kelangkaan terjadi sehari setelah 17 Agustus. Empat SPBU (stasiun pengisian bahan bakar untuk umum) di Atambua, hanya melayani pembelian bensin selama beberapa jam saja dalam sehari.
Dalam kondisi normal, pelayanan dilakukan sejak pagi. Namun saat terjadi kelangkaan, pelayanan pembelian bensin dilakukan di atas pukul 11.00 Wita, dan tidak bertahan lama karena stok bensin langsung habis. Praktis pada sore hari tidak ada lagi pelayanan pembelian bensin karena tidak ada pasokan lagi.
Kepala Depot Pertamina Atapupu, Wilhelmus Landa Pasalabina belum berhasil dikonfirmasi mengenai sebab-sebab kelangkaan ini. Beberapa kali dikontak ke ponselnya, Minggu (22/8/2010), namun tidak aktif.
Mencuat informasi bahwa kelangkaan ini akibat BBM untuk kebutuhan warga di Belu tidak lagi dipasok dari Depot Pertamina Atapupu, namun dari Kupang. Pihak Pertamina belum dikonfirmasi mengenai informasi ini.
Selama ini, kebutuhan BBM untuk warga Belu dilayani empat SPBU di Atambua dan satu SPBU di Betun.
Pantauan Pos Kupang di SPBU di Atambua, Minggu (22/8/2010), tidak tampak aktivitas petugas pengisi BBM jenis premium. Petugas hanya melayani BBM jenis solar. Para petugas SPBU yang ditanya tentang kelangkaan bensin tersebut menjawab tidak tahu.
Kelangkaan ini membuat warga yang menjual bensin secara ecer menaikkan harga. Harga bensin naik menjadi 10.000/botol dari sebelumnya Rp 5.000/botol.
"Heran, sebelumnya pasokan bensin lancar-lancar saja, tapi kenapa sekitar satu minggu ini langka. Kami tukang ojek rugi. Mau kejar setoran untuk majikan tidak bisa karena harus mondar-mandir cari bensin. SPBU sudah tidak buka, pengecer mulai main harga. Mereka untung besar tapi kami rugi,: keluh Goris Kase, tukang ojek yang ditemui di Simpang Lima-Atambua.
Sementara Yakobus Klau, warga Betun, Ibu kota Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Belu, mengatakan, kelangkaan bensin juga terjadi di Betun. Saat ini harga bensin di tingkat pengecer mencapai Rp 15.000/botol. Kondisi ini, katanya, sudah sangat meresahkan warga di selatan Belu itu.
Klau berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi kelangkaan bensin agar aktivitas warga tidak terganggu.
Wakil Ketua DPRD Belu, Magdalena Tiwu Samara mengatakan, kelangkaan premium sudah sangat mengganggu aktivitas warga. Dia mencontohkan, anaknya yang hendak ke Kupang menjemput rekan kerjanya, terpaksa dibatalkan karena tidak ada premium.
"Saya juga belum tahu kenapa bensin langka di Atambua. Pemerintah harus cepat turun tangan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat," kata Tiwu Samara.
Dia mengatakan sudah menanyakan kepada beberapa pemilik SPBU dan diperoleh jawaban bahwa BBM dipasok langsung dari Kupang, bukan dari Atapupu.
Catatan Pos Kupang, kelangkaan bensin, bahkan BBM umumnya, termasuk minyak tanah, sering terjadi di Kabupaten Belu dan Timor Tengah Utara, dua wilayah yang berbatasan langsung dengan wilayah Negara Timor Leste. Sering muncul dugaan bahwa penyelundupan BBM ke Timor Leste yang menyebabkan terjadinya kelangkaan BBM. (yon)