SUPM Kupang Diproses Jadi SUPMN

KUPANG, POS KUPANG.com -- Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPMN) Kupang akan diproses menjadi SUPM negeri yang dikelola oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) RI. Proses ini dilakukan sesuai harapan Pemerintah Propinsi NTT sebagai pengelola sekolah ini.

KUPANG, POS KUPANG.com --  Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Kupang akan diproses menjadi SUPM negeri yang dikelola oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) RI.  Proses ini dilakukan sesuai harapan Pemerintah Propinsi NTT sebagai pengelola sekolah ini.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia-KKP, Sunggul Sinaga, Ph.D, dalam sambutannya pada acara wisudah 40 orang taruna SPUM Kupang di kompleks sekolah tersebut di Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Senin (19/7/2010).

Hadir pada kesempatan itu sejumlah pejabat dari Propinsi NTT, Kota Kupang dan Kabupaten Kupang serta para orangtua wisudawan. Sunggul menjelaskan,  SUPM Kupang saat ini dikelolah oleh Pemprop NTT. Dan, katanya, pemerintah mengharapkan agar status sekolah tersebut bisa tingkatkan menjadi SUPM Negeri yang dibawahi KKP.

"Sesuai dengan harapan Pemerintah Propinsi NTT agar SUPM Kupang ini dilimpahkan menjadi  SUPM Negeri di bawah koordinasi KKP. Kami akan memproses itu sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.

Dijelaskannya, SUPM pada lingkup KKP serta SUPM Kupang yang merupakan sekolah kelautan perikanan binaan KKP diarahkan pada pendidikan vokasi. Artinya, pendidikan yang mengarah pada dunia kerja, sehingga kegiatan-kegiatan praktek yang berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan pendukung lapangan dalam mempersiapkan anak didik memahami prinsip-prinsip penerapan minapolitan sebagai pedoman yang akan diterapkan kelak.

Dijelaskannya, program minapolitan merupakan pembangunan kelautan dan perikanan yang berbasis wilayah dengan pendekatan sistem manajemen kawasan melalui prinsip integrasi, efisiensi, kualitas dan akselerasi..

Menurutnya, Presiden SBY telah mencanangkan pembangunan kapal penangkap ikan sebanyak 1.000 unit masing-masing berkapasitas 30 GT. "Sangat diharapkan tenaga-tenaga perwira yang benar-benar kompoten untuk melaksanakan usaha penangkapan ikan tersebut dapat dipenuhi oleh lulusan sekolah kita," jelas Sinaga.

Menurutnya, diharapkan juga para guru yang terkait dengan pendidikan dan mesin perikanan dapat menjadi motivator utama untuk membentuk lulusan mampu mengelolah kapal-kapal perikanan tersebut. "Setiap guru pengampu mata pelajaran harus mampu memahami prinsip-prinsip minapolitan terlebih dahulu yang selanjutnya diajarkan kepada para siswa atau anak didiknya," jelas Sinaga. (alf)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved