Laporan Edy Bau
Direktris Masmur Jaya Mengamuk
BORONG, Pos Kupang.Com- Tender proyek Irigasi Wae Ntoreng di Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Manggarai Timur menuai masalah. Salah seorang peserta tender, Ernestin Ida Mamur (Direktris CV Masmur Jaya) mengamuk di kantor Dinas PU Matim, Rabu (7/7/2010).
BORONG, Pos Kupang.Com- Tender proyek Irigasi Wae Ntoreng di Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Manggarai Timur menuai masalah. Salah seorang peserta tender, Ernestin Ida Mamur (Direktris CV Masmur Jaya) mengamuk di kantor Dinas PU Matim, Rabu (7/7/2010).
Ida mengamuk karena dia adalah pemenang tunggal tender proyek itu namun digugurkan oleh panitia tender. Panitia tender menyatakan proyek itu ditender ulang.
Pantauan Pos Kupang, Ida datangi di kantor Dinas PU Matim untuk menemui panitia tender, Rabu. Karena tidak menemui satu pun anggota panitia tender, dia menemui Kadis PU, Thomas Ngalong.
Saat di ruang tunggu dia sempat mengeluarkan kata- kata kasar dan mengatakan panitia tender tidak paham aturan. "Saya mau tanya mengapa klarifikasi dilakukan setelah koreksi aritmatika? Lalu yang memeriksa dokumen saya siapa sehingga sejak awal tidak perhatikan kekurangan dokumen? Saya mau minta penjelasan mengapa sampai tender ulang padahal semua sudah lengkap dan mestinya saya sebagai pemenang tunggal. Ini saya angkat karena sudah kali kedua. Tahun lalu saat saya menang, panitia putuskan tender ulang," kata Ida kesal.
Dihadapan Kadis PU, Thomas Ngalong dan pejabat pembuat komitmen (PPK), Thomas Lajar, Ida meluapkan ketidakpuasannya terhadap keputusan panitia tender. Dia meminta agar panitia menjelaskan alasan panitia mengugurkan perusahaannya.
Setelah mendapat penjelasan dari Kadis PU, Ida menyampaikan surat sanggahan kepada panitia tender terkait tender ulang proyek tersebut.
Kepada Ernestin, Kadis PU, Thomas Ngalong dan PPK, Thomas Lajar, mengatakan tidak bisa memberikan jawaban lantaran harus berkoordinasi dengan panitia tender.
Usai pertemuan tersebut, Ida kepada Pos Kupang, mengancam akan membeberkan semua ketidakberesan di hadapan BPK yang sedang melakukan pemeriksaan di Matim.
"Saya akan buka semuanya di BPK. Kebetulan mereka sedang di sini. Ini baru terjadi di Manggarai, saya sudah bertahun-tahun hingga rambut putih jadi kontraktor di Manggarai dan Manggarai Barat tapi tidak seperti ini. Masa klarifikasi dilakukan setelah koreksi aritmatika? Mestinya sebelum itu. Apalagi hasil koreksi aritmatika sudah diumumkan," kata Ernestin. (gg)