Selasa, 9 Juni 2026

Laporan Ferdy Hayong

Apotek K-24 Layani Warga Perbatasan

ATAMBUA, Pos Kupang.Com---Apotek Komplit (K-24) yang sudah hadir di Atambua, Ibukota Kabupaten Belu, akan memberikan pelayanan terbaik bagi warga di wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste itu.

Tayang:

ATAMBUA, Pos Kupang.Com---Apotek Komplit (K-24) yang sudah hadir di Atambua, Ibukota Kabupaten Belu, akan memberikan pelayanan terbaik bagi warga di wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste itu.
Kehadiran Apotek K-24 ini tidak hanya mengejar profit tetapi membantu meningkatkan kesehatan warga. Untuk itu, dukungan dari pemerintah dan masyarakat Belu terhadap keberadaan Apotek K-24 sangat diharapkan.

Hal ini diutarakan Pemilik Sarana Apotik (PSA) K-24 Atambua, Antonius Tannur, BS, disela-sela peresmian Apotek K-24 oleh Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, di Jalan Pramuka, Pasar Baru, Atambua, Kamis (24/6/2010).
Hadir saat ini, Ketua DPRD Belu, Simon Guido Seran, Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) J Hotman Hutahaean, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Cabang NTT, Yoseph Nahak, Ketua TP PKK Belu, Theresia Parera Lopez, dan sejumlah undangan.

Tannur menjelaskan, kehadiran Apotek K-24 sudah lama menjadi idaman pihaknya. Kerinduan menghadirkan Apotek K-24 ini menyusul adanya pengeluhan dari salah seorang warga yang kesulitan mendapatkan obat pada malam hari. Terhadap kondisi ini, mendorong pihaknya untuk mencari jalan keluar agar perlu dihadirkannya Apotek K-24 ini.

Dan atas dorongan dari semua pihak, kata Tannur, dengan menjalin kerjasama manajemen K-24 yang berkantor pusat di Yogyakarta dalam bentuk waralaba, maka dihadirkan pula Apotek K-24.

"Kehadiran Apotek ini sangat membantu masyarakat di wilayah perbatasan RI-RDTL ini terutama keperluan obat-obatan pada malam hari. Kehadiran Apotek K-24 ini tidak semata-mata mengejar profit tapi bergerak dalam bidang sosial. Apabila ada bencana alam atau bencana sosial, kita tentu turut ambil bagian sesuai visi dan misi dari Apotek K-24," kata Tannur.

Bupati Belu, Joachim Lopez menegaskan, pemerintah sangat mendukung kehadiran Apotek K-24 ini. Masyarakat selama ini tentu punya kerinduan akan kehadiran apotek yang melayani obat-obatan selama 1x24 jam.

Pemerintah, sangat bangga dengan keberadaan apotek ini karena dicetuskan oleh anak-anak Belu. Apalagi yang menjadi apotekerpun putra Belu. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan anak-anak Belu tidak kalah dengan daerah lainnya.

"Kehadiran Apotek K-24 jangan dilihat sebagai seremonial belaka. Kehadiran Apotek K-24 justru menbangkitkan kesadaran masyarakat soal pentingnya kebutuhan kesehatan. Kesehatan dan kesejahteraan saling korelasi. Warga harus diberi kesadaran untuk mencintai kesehatan bukan mencintai budaya pesta. Jadi ini penting untuk diperhatikan warga Belu," tegasnya.

Dia minta agar pengelola benar-benar siap memberikan pelayanan prima selama 24 jam, dan kepada karyawan dan apoteker untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan ramah dan penuh senyuman. Pasalnya, karakter orang NTT dalam memberikan pelayanan kepada orang sangat sulit memberikan senyuman. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius pengelola Apotek K-24. (yon)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved