Harga Beras Merangkak Naik
KUPANG, POS-KUPANG.Com -- Harga beras di Kota Kupang saat ini rata-rata mengalami kenaikan antara Rp 100 hingga Rp 200/kg. Harga beras terendah saat ini adalah beras bulog, Rp 5.200,00/kg.
Dari hasil pantauan Pos Kupang di Pasar Kasih Naikoten I, Pasar Oeba dan Pasar Oebobo, Minggu (13/12/2009) harga beras di tingkat pedagang, mulai merangkak naik. Kenaikan harga beras itu sudah lebih dari sepekan terakhir. Harga beras terendah yang sebelumnya Rp 5.000,00/kg saat ini naik menjadi Rp 5.200,00 - Rp 5.300,00/kg.
Beras bulog, misalnya, kini Rp 5.200,00/kg. Sementara beras mol Oesao yang sebelumnya Rp 6.000,00/kg, kini naik menjadi Rp 6.500,00/kg. Bahkan ada pedagang yang menjualnya dengan Rp 8.000,00/kg. Sementara beras membramo ada yang menjual Rp 6.000,00/kg dan ada juga Rp 6.500,00/kg.
Sedangkan beras jeruk bertahan pada harga Rp 7.000,00/kg. Hal yang sama untuk beras lonceng, Rp 6.500,00/kg, beras nona kupang Rp 6.000,00/kg dan beras mol asal Rote Rp 5.500,00/kg.
Mea, salah seorang pedagang di Pasar Kasih Naikoten I, mengatakan, harga beras sudah mulai naik sejak satu pekan terakhir. Kenaikan harga itu seiring naiknya harga beras di tingkat distribotor.
"Kami naikan harga beras karena kami sesuaikan dengan kenaikan harga dari distributor. Distributor naikan harga, karena beras di tingkat petani pun naik. Belum lagi biaya transportasi yang juga sudah naik," ujar Mea.
Menurut dia, harga beras yang cukup bertahan, adalah beras lokal terutama beras dari Rote. Meski naik, harga beras itu masih dijangkau oleh konsumen. "Kami memang naikan harga beras, tapi tidak seberapa," ujarnya.
Dia merincikan, untuk beras yang dijual dalam ukuran karung 50 kg, saat ini Rp 230.000,00. Sedangkan beras anggrek naik dari Rp 205.000,00 menjadi Rp 215.000,00/karung.
Sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Ir Poltak Sutrisno Sihaan, mengatakan, komoditi yang paling besar memberikan andil terhadap inflasi, adalah kelompok bahan makanan. Sdangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya beras. (*)