• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Pos Kupang

Barang Beredar Harus Aman Bagi Masyarakat

Sabtu, 7 November 2009 07:14 WITA


Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTT, Drs. Eddy Ismail, M.M, ketika membuka acara Sosialisasi Peraturan Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, di Hotel Kristal-Kupang, Kamis (5/11/2009).

Sosialisasi itu kepada aparat dan pelaku, termasuk pedagang kecil menengah yang diselenggarakan Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perdagangan Dalam Negeri, Departemen Perdagangan RI, bekerja sama dengan Disperindag NTT.

Menurut Ismail, keamanan barang beredar itu sangat penting bagi masyarakat, penting bagi kesehatan, juga keselamatan konsumen. Ini harus diutamakan, sehingga masyarakat senantiasa terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selama ini, lanjut dia, ada banyak contoh kasus, di mana barang yang beredar di masyarakat, di antaranya mengandung bahan- bahan yang berbahaya. Barang-barang itu, umumnya berasal dari luar negeri.

Kalau barang-barang tersebut, kata Ismail, dibiarkan beredar, tidak diamankan oleh pihak-pihak yang berkompeten, maka tentunya akan menimbulkan dampak yang luas. Efek dominonya pasti akan dialami oleh publik.

"Kosmetika misalnya. Iklan di media begitu gencar, promosi- promosi pun terjadi hampir setiap saat. Padahal bahan-bahan yang terkandung dalam kosmetika itu berbahaya bagi masyarakat. Ini yang harus disampaikan dan diketahui oleh aparat pengawas, sehingga ke depan dilakukan pengawasan yang lebih ketat atas barang beredar itu," ujarnya.

Pengawasan barang beredar itu, lanjut Ismail, bukan hanya pada bahan kebutuhan pokok, tetapi juga mencakup semua aspek. Barang elektronik, misalnya, pada petunjuk penggunaannya harus menggunakan bahasa Indonesia. Maksudnya, memudahkan mengoperasikan barang elektronik tersebut.

"Jadi, petunjuk penggunaan barang beredar itu harus jelas. Menggunakan bahasa Indonesia sehingga mudah dimengerti. Dengan begitu, bisa bermanfaat bagi masyarakat, bagi orang yang menggunakannya," ujar Ismail.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Bimbingan dan Operasional PPNS, Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Departemen Perdagangan RI, Martin Srialam, mengatakan, pengawasan itu mencakup semua barang beredar dan jasa.

"Kami melakukan pengawasan terhadap semua jenis barang, baik bahan kebutuhan pokok, bahan bangunan, kecantikan dan lainnya. Pengawasan itu bermuara pada keamanan, keselamatan dan kesehatan lingkungan (K3L)," ujar Srialam.

Pengawasan itu pun, lanjut dia, bukan semata-mata oleh pemerintah. Masyarakat dan pengusaha pun harus sama-sama melakukan pengawasan. Bila ditemukan masalah, misalnya, hendaknya dilaporkan kepada instansi terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Maksudnya segera diambil tindakan konkrit.

"Jadi kami minta semua pihak, baik masyarakat, pengusaha maupun komponen masyarakat lainnya untuk sama-sama melakukan pengawasan terhadap barang beredar. Ini penting bagi keamanan, kesehatan dan keselamatan lingkungan," ujarnya. (*)

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas