Kamis, 11 Juni 2026

Memang Asyik Nge-Geng Motor?

ADA cerita nih. Seorang teman kita jadi enggak pede saat kumpul bareng sama sobat-sobatnya. Usut punya usut ternyata dia dilarang sama ortunya buat kumpul lagi di Geng Motor. Kasihan juga ya.

Tayang:

Memangnya asyik nge-Geng Motor itu? Ya iyalah...! Geng Motor kan tempat berkumpul anak-anak yang sama hobinya. Nggak hanya trek-trekan di jalanan doang. Bisa ngegosip bareng teman-teman, misalnya tentang pacar dan lain-lain urusan anak mudalah. Masa gosip tentang pacar sama ortu, he he...

Tapi nge-geng sering dipandang negatif lho. Tuh, buktinya teman kita itu dilarang sama ortunya.
Ya, bisa juga sih dipandang negatif. Soalnya kata "geng" itu rada-rada seram. Apalagi kalo anak-anak Geng Motor lagi hang out bareng, duh... jalanan pada ribut dengan bunyi motor mereka. Nggak salah juga orang menilai begitu.

So, knapa sonde pake kata "club" atau "community" saja? Lebih keren kan? Apalagi tapi tidak semua anak Geng Motor itu kan nakal atau jahat. Masa semuanya krimimalis (cie...).

Daripada kita pusing debat, lebih baik kita simak pendapat teman-teman kita soal Geng Motor.
Menurut Brenda Ludji Djadi, anak Smandoe,  Geng Motor bisa memupuk rasa kebersamaan dan sebagai tempat para remaja sosialisasikan diri. Tapi bisa juga mengganggu aktivitas belajar kalau terlalu pusatkan diri di Geng Motor. Makanya harus pintar bagi-bagi waktu. Ada waktu belajar ada juga waktu bersama teman- teman di Geng Motor.

"Harapan saya, orang tua  lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka di sekolah maupun di luar sekolah agar mereka tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan," katanya. Ya iyalah...

-----
Menurut beta, Geng Motor punya sisi positif deng negatif. Dong pung sisi positif tu, dong sering bikin kegiatan sosial. Trus sisi negatifnya tu, dong suka sambarang kalau bawa motor. Itu yang buat buat dong dinilai jelek terus. (rey/smantiq)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved